|
![]() Judul buku: Persekutuan Misterius Benedict Judul asli: The Mysterious Benedict Society Penulis: Penerjemah: Maria M. Lubis Penyunting: Nadya A. Penerbit: Matahati Cetakan: I, 2009 Tebal: 574 hlm. Mengapa ya belakangan ini cerita-cerita fantasi untuk anak dan remaja, sering memakai tokoh seorang anak yatim piatu? Itulah pertanyaan pertama yang menyembul di benakku saat diperkenalkan dengan tokoh utama buku The Mysterious Benedict ini. Adalah Reynard Muldoon si anak Kembali ke pertanyaanku tentang anak-anak yatim yang menjadi tokoh utama kisah-kisah fantasi. Mengapa aku menyebutnya “sering”? Nggak percaya dan masih perlu contoh? Yuk, kita lihat daftarnya yang lumayan panjang: Harry Potter (JK Rowling), Harry dan Geng Keriput (Alan Temperley), Pangeran Pencuri (Cornelia Funke), The Book of Lost Things (John Connoly), The Edge of Chronicles (Paul Stewart & Chris Riddell) dan masih banyak lagi kurasa. Nah, kira-kira kenapa ya anak-anak tak berayah ibu ini dijadikan tokoh utama? Apakah demi menimbulkan keharuan para pembacanya? Apakah ada semacam keyakinan, bahwa semakin Misalnya, Harry Potter. Ayah ibunya diceritakan mati dalam sebuah pertarungan sihir dengan Voldemort, tokoh jahat di buku tersebut. Harry lalu dipelihara oleh paman dan bibinya yang kurang murah hati padanya. Tak beda jauh dengan si Potter, tokoh Harry dalam Harry dan Geng Keriput, juga menyandang status yatim piatu lantaran orang tuanya meninggal dalam sebuah kecelakaan lalu lintas. Dia tak lebih beruntung dari Harry si penyihir karena harus mau tinggal bersama pembantunya yang jahat sebelum akhirnya diasuh oleh neneknya yang nyentrik. Mau tidak mau, pada akhirnya kita memang jadi jatuh sayang kepada bocah-bocah Demikian pula Reynard ‘Reynie’ Muldoon dalam buku karya Trenton Lee Stewart ini. Reynie, bocah lelaki umur 12 tahun yang menghuni sebuah panti asuhan, adalah seorang anak yang cerdas dan berbakat. Suatu hari, oleh guru privatnya, Miss Perumal, ia didaftarkan pada sebuah lomba yang ganjil untuk anak-anak berbakat seperti dirinya. Di lomba ini, Reynie berkenalan dengan 3 orang anak lainnya yang kelak menjadi teman-temannya satu tim. Mereka adalah Kate, Sticky, dan Bagi kalian penggemar kisah-kisah fantasi, buku ini cukup menarik dinikmati. Ide besarnya tentu sangat klasik: memerangi kebatilan (hitam putih). Yang sedikit agak berbeda, mungkin, jenis kejahatan dan sosok antagonisnya. Serupa novel-novel bertema cinta, variasinya ada pada tokoh-tokoh dan persoalannya. Soal tema, Pujian untuk novel ini, pertama kutujukan bagi penulisnya: Trenton Lee Stewart, yang telah menyuguhkan sebuah dongeng asyik tentang persahabatan dan kepahlawanan. Penulis muda kelahiran Pujian kedua, kuberikan bagi penerjemahnya, teman mudaku, Maria Lubis, yang telah secara keren mengalihbahasakan karya yang aslinya berbahasa Inggris ini. Pujian berikutnya, untuk perancang kovernya, Ella Elviana. Kover hasil desainnya tak kalah cantik dengan edisi aslinya. Sayang, ada kekeliruan fatal dalam menuliskan nama pengarangnya, Trenton Lee Stewart menjadi Treton Lee Stewart. Kecerobohan yang seharusnya tidak perlu terjadi. Mudah-mudahan saja tidak diprotes oleh si pemilik nama. ***
endah sulwesi |
| natasylover October 6, 2009 11:26 AM PDT aslm...salam kenal perca...sy penggemar novel baru nih...blog kamu ni sering banget sy kunjungi untuk baca resensi2nya, krn biasanya sebelum sy beli buku, sy butuh resensi yang ringan dulu, buat perangsang gitu...termasuk novel ini, sy dah punya, setelah baca resensi mu jadi ga sabar pengen baca bukux langsung...thanks y | ||
| Leave a Comment: |