Entry: Liu Hulan : Jaring-jaring Bunga Sunday, January 22, 2006



Judul asli : Flower Net
Penulis : Lisa See
Penerjemah : Utti Setiawati
Penerbit: Qanita
Tahun: 2006 - Cetakan I, Januari
Tebal: 639 hlm
 
Di Negeri Cina ada sebuah legenda tentang seorang wanita pejuang yang gagah berani bernama Liu Hulan. Pada saat Cina berperang melawan pendudukan Jepang , gadis pemberani itu menjadi mata-mata.
 
Liu Hulan lahir dari keluarga petani miskin di desa Yunchouhsi di Provinsi Shansi. Mereka sekeluarga membanting tulang mengolah tanah dan ladang di bawah terik matahari setiap hari serta memintal benang membuat pakaian sendiri.
 
Suatu hari, Tentara Kuomintang - lawan politik Mao - sampai di desa Liu Hulan. Mereka - tentara-tentara itu - memerintahkan penduduk desa untuk berkumpul di alun-alun. Tetapi ada satu pun penduduk yang mematuhinya hingga para tentara itu mengancam, bahwa jika tak ada yang mau maju, mereka akan menghabisi penduduk desa tersebut.
 
Hulan, gadis berusia lima belas tahun itu, tampil menyerahkan dirinya sebagai martir. Ia mati dengan kepala terpenggal. Mao Zedong, yang kemudian berkuasa, menjadikan Liu Hulan sebagai teladan bagi generasi muda Cina dalam mendukung suksesnya Revolusi Kebudayaan.
 
Kisah di atas hanya ilustrasi asal mula nama tokoh utama novel ini : Liu Hulan. Oleh kedua orang tuanya, putri mereka itu diharapkan memiliki keberanian hati, keteguhan jiwa, dan semangat berjuang seperti Liu Hulan. 
 
Liu Hulan dalam Jaring-jaring Bunga ini adalah seorang pengacara lulusan Amerika Serikat  yang bertugas di Kementrian Keamanan Publik Cina. Kariernya dimulai sebagai gadis pembuat teh sampai akhirnya menjabat sebagai inspektur yang menangani kasus-kasus kejahatan. Saat ini, ia tengah dihadapkan pada misteri terbunuhnya Billy Watson, putera Dubes Amerika di Cina yang ditemukan mati mengenaskan di sebuah danau yang membeku.
 
Pada saat yang hampir bersamaan, di Los Angeles, David Stark dari Kantor Jaksa Penuntut AS, sedang disibukkan oleh temuan mayat Guang Heng Lai di sebuah kapal pengangkut, China Peony, yang memuat sejumlah besar imigran Cina.
 
Penyelidikan selanjutnya menguak tabir adanya keterkaitan kedua kasus pembunuhan tersebut dan mempertemukan kembali sepasang kekasih lama - Hulan dan David - yang sempat terputus karena kepulangan Hulan ke Cina.
 
Berikutnya adalah cerita detektif diramu dengan percintaan romantis ala Amerika dengan latar belakang sejarah dan budaya Cina yang eksotis. Perpaduan yang menarik ini dimungkinkan oleh karena penulisnya, Lisa See, adalah orang Cina yang menetap di Amerika. Perbedaan kedua kultur yang unik tersebut - Amerika dan Cina - justru menjadi bumbu penyedap kisah ini.
 
Latar belakang sejarah Cina, di antaranya disinggung soal Revolusi Kebudayaan di bawah pimpinan Mao Zedong, serta perang dingin Cina-Amerika, sedikit banyak dapat saya pahami karena sebelumnya saya telah pernah membaca juga Angsa-angsa Liar karya Jung Chang.
 
Jaring-jaring Bunga sendiri adalah sebuah metode yang dipakai Hulan untuk menangkap pelaku kejahatan, yaitu sebuah jaring hasil pintalan tangan berbentuk lingkaran yang dipasangi pemberat di ujung-ujungnya. Ketika jaring ini dilempar, ia akan berkembang seperti bunga, mendarat di atas air, tenggelam di kedalaman yang gelap dan menangkap semua yang berada dalam lingkupannya.
 
Metode ini ternyata terbukti efektif. Perlahan tapi pasti, pasangan penyelidik ini berhasil mengurai misteri pembunuhan itu. Nama Rising Phoenix, sebuah triad di Cina, diduga kuat sebagai pihak yang harus bertanggungjawab. Lebih jauh lagi, penyelidikan Hulan dan David juga berhasil mengungkap bisnis jual beli ilegal dan penyelundupan empedu beruang liar dari Cina ke Amerika.
 
Sungguh, ini sebuah novel detektif yang menarik dengan tokoh utama seorang wanita. Seorang  perempuan dengan profesi sebagai inspektur penyelidik di sebuah negeri di mana para lelaki mendominasi peran-peran di sektor publik, tentulah menjadi daya pikat tersendiri.  Meski mengaku sebagai negara modern, Cina, seperti juga banyak negara Asia lainnya, masih memegang teguh adat dan budaya leluhur yang umumnya sangat patriarkhis.
 
Yang saya sayangkan, ending kisah ini terjerumus menjadi sangat Hollywood sekali : si penjahat mengakui semua perbuatannya, membeberkan seluruh rahasia kejahatannya,  sembari menodongkan pistol kepada para jagoan sebelum akhirnya justru ia sendiri yang mati tertembak atau bunuh diri. Adegan seperti ini banyak kita temui di film-film Hollywood, bukan?
 
Jaring-jaring Bunga adalah buku pertama dari serial Liu Hulan. Judul berikutnya adalah The Interior dan Dragon Bones.
 
Mengingat nuansa Cina yang kuat sekali, rasanya novel ini cocok sebagai kado Imlek :)
 
Endah Sulwesi 22/1
 

   5 comments

perca
February 3, 2006   10:09 PM PST
 
moga2 laris manis spt Billy :) Konon, mnrt ramalan Mas Anwar Holid, tahun ini dunia perbukuan akan disemarakkan oleh cerita2 ttg Asia (buku2 karya penulis Asia, atau karya , penulis asia yg menetap di luar asia) Asia memang eksotis dan sekseee...
Antie
February 3, 2006   08:58 AM PST
 
Sepertinya buku ini wajib dibeli ya... ;) Nice review, Miss.
perca
February 1, 2006   07:56 PM PST
 
tuuh..skrg covernya sdh ganti yg edisi Indonesia :)
perca
January 22, 2006   09:39 PM PST
 
jgn sepotong begitu membacanya, Riz. tp utuh spt ini : cerita detektif diramu dg percintaan romantis ala amerika : bekerja sambil bercinta gituh. Kayak James Bond tp actoinnya lbh sdkt dan tanpa dukungan teknologi serba canggih. Kan selalu ada roman dlm film2 Bond :)
anrizal
January 22, 2006   09:05 PM PST
 
percintaan romantis ala amerika..., he...he...he...
apa maksudnya yaah?

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments