Judul asli : The Va Dinci Cod
Penulis : Adam Roberts
Penerjemah : Isma B.Koesalamwardi
Penerbit : Pustaka Primatama
Tahun : 2005 - cetakan I
Tebal : 161 hlm
Dalam dua tahun terakhir tak diragukan lagi novel kontroversial yang paling laris dan menghebohkan seluruh dunia adalah The Da Vinci Code karya Dan Brown. Ceritanya berawal dari sebuah pembunuhan di Museum Louvre, Paris, berkembang ke pengunkapan rahasia terbesar tentang hubungan antar Yesus Kristus dengan Maria Magdalena.
Bagi pembaca berwawasan dewasa, sudah jelas Brown menyebut karyanya sebuah novel, karuan saja fiksi, hingga kebenarannya usah dipercaya. Tak urung banyak orang menjadi rada goyah imannya dan memercayai penuturan Brown sebagai kebenaran, tak lain tak bukan karena ketrampilannya sebagai pendongeng kelas wahid disertai fakta-fakta setengah benar setengah rekayasa namun ditulis dengan sangat meyakinkan.
Sebagai dampaknya kemudian bermunculan sejumlah buku (sebagian terbesar tentu s aja lebih tipis) yang mengoreksi serta membongkar kepalsuan fakta dalam karya Brown tersebut.
Namun buku The Va Dinci Cod dengan subtitle (judul tambahan) Misteri EDa Vinci dan tagline (kalimat semboyan), “Peristiwa berbau amis sedang berlangsung” - beda dari semua buku penyangkalan tersebut. Buku yang ditulis A.R.R.R. Roberts (sedang menyamar sebagai Don Brine) ini boleh disebut sebagai parodi atau mengolok-olok buku larisnya (dalam dunia film parodi telah menjadi genre tersendiri yang mengomedikan adegan-adegan dari film-film sukses).
Kata yang tepat untuk parodi dalam bahasa Indonesia adalah pelesetan. Jadi alur cerita novel The Da Vinci Code dipelesetkan bukan cuma peristiwa demi peristiwa, termasuk nama para tokohnya. Robert Langdon disulap menjadi Robert Donglan, Sophie Neveu jadi Sophie Nudivue (nudivue artinya telanjang), lokasi Paris dialihkan ke London. Leonardo Da Vinci dilecehkan sebagai punya adik perempuan bernama Eda Vinci, pelukis asli dirinya sendiri, Mona Eda, yang dicontek si abang menjadi Mona Lisa.
Cerita dibuka dengan pembunuhan keji terhadap Jacques Sauna-Lurker (Jacques si Pengintip orang mandi di sauna), kurator National Art Galery of Fine Paintings di pusat London. Mulutnya dijejali seekor ikan cod yang menyelak di tenggorokannya (!). Maka ahli anagramatologi masyhur dari University of London, Robert Donglan, dipanggil inspektur Charles 'si Montok' Tash ke TKP.Ternyata pada seluruh sirip ikan cod itu ditemukan didik jari Donglan, sehingga Tash menuduhnya sebagai pembunuh si kurator.
Namun, sebelum dijebloskan ke sel, Donglan diajak kabur si agen rahasia Prancis, Sophie. Maka, dimulailah petualangan pinter-keblinger yang ngawur namun cerdas. Mereka mencari lukisan peninggalan Eda Vinci, pengungkap rahasia tempat disembunyikannya cawan suci yang dipakai Yesus Kristus dalam perjamuan terakhir dan kemudian dijadikan tempat menampung darah-Nya oleh Yoseph dari Arimatea (Kisah pencarian cawan suci sudah sering difilmkan termasuk oleh Steven Spielberg dalam serial Indiana Jones and The Last Crusade, 1989)
Terungkap persekongkolan mengerikan COD (Conspiratus Opi Dei) yang tersembunyi rapi selama dari 2000 tahun, bahkan melambung jauh ke jutaan tahun lalu saat alam tercipta. Tahukah Anda apa yang pertama kali dilakukan Tuhan menurut Alkitab? Apakah yang terlebih dahulu ada sebelum Tuhan menciptakan terang, siang dan malam, matahari, bulan, bintang, daratan, hewan dan terakhir, manusia? Sebelum semuanya! Jawabannya ada pada klimaks buku ini atau simak kalimat pertama Kitab Suci! (spoiler alert!)
Kenapa aku bilang keblinger? Masalahnya sungguh Masya Allah, masakan Tuhan (God) disamakan dengan sejenis ikan (Cod)? Dan berjut a-juta ikan Cod yang lezat dilahap orang itu sebenarnya tak bedanya dengan sperma manusia!
Harus diakui buku lucu ini ditulis dengan semangat humor tinggi dan pengetahuan yang - astaganaga! - luas banget serta bertujuan pokok menghibur pembacanya. Jangan-jangan nanti akan berterbitan buku-buku parodi novel-novel laris mutakhir, sebut saja Harry Potter atau karya-karya Tom Clancy, Michael Crichton, John Grisham, Stephen King, dan lain-lain.
Nah, jika The Da Vinci Code difilmkan dengan bintang-bintang internasional: Tom Hanks, Audrey Tautou dan Jean Reno, maka bila The Va Dinci Cod dialihkan ke layar seluloid penulisnya mengusulkan George Clooney (tak langsung menudingnya hanya menyebut pemeran film Ocean’s Eleven dan Solaris). Aku pribadi sih berpendapat paling cocok untuk memerani si profesor gadungan pinter-pinter-bloon Donglan ya tak lain tak bukan daripada … Rowan ‘Mr Bean’ Atkinson !
Kita tunggu kapan jadinya diskusinya, pasti seru dan kocak, apalagi ada hiburan nonton film parodi, ingin ikutan hadir juga sih!
Yan Wijaya
Posted at Wednesday, January 25, 2006 by Perca
 |  |  |
Indah March 4, 2006 03:47 PM PST
Huaaa.. gua paling sebel dhee ama novel2 macam gini yg memanfaatkan kebekenan novel 'asli' untuk kemudian memparodikannya..
Maksudnya, kalo emang mereka bisa nulis, kenapa ngga nyari ide sendiri untuk kemudian dijadiin novel? |
 |

 |  |  |
ali March 2, 2006 01:04 PM PST
persoaalnannya, yang jelas semakin memparodikan, semakin yang diparodikan kelihatan unggulnya... |
 |

 |  |  |
perca February 2, 2006 11:37 AM PST
Den, kau penggemar atau pemerhati kary2 parodi ya? Aku baru tau lo ada begitu banyak novel parodi |
 |

 |  |  |
dennybaonk February 2, 2006 11:31 AM PST
Buku-buku parody sih banyak banget, umumnya buku parodi lebih banyak jadi 'beken' kalau kesangkut tuntutan dari pencipta aslinya, seperti kasus Novel The Wind Done Gone (parodi dari Gone With The Wind), atau Tanya Grotter.
Selain Harry Potter yang diparodikan jadi Barry Trotter,
Porri Gatter, Tanya Grotter, Heri Kókler, Parry Hotter, Terry Rotter
lihat http://en.wikipedia.org/wiki/Harry_Potter_Parodies
LOTR juga banyak dibuat parodynya.
Ada Bored Of The Rings, The Sodditt, The Sellamillion (dua yang terakhir ini ditulis Adam Roberts juga selain karya parodynya yang lain The McAtrix Derided dan
Star Warped)
Selain buku Va Dinci Cod (judul aslinya tetap Da Vinci cuma Code diganti Cod) ini parodi lain dari Da Vinci Code-nya Dan Brown yang katanya cukup bagus (lucu) ditulis E.R. Escober berjudul The Givenchy Code: An Homage and A Parody.
|
 |

 |  |  |
perca February 1, 2006 07:40 PM PST
Iya Bo, banyak keterangan yang membuat kita jad tersendat-sendat membacanya. |
 |

 |  |  |
kobo February 1, 2006 10:05 AM PST
Ya Ca, kalo beli baju dan sepatu, biar dah diniatin pengen beli bisa gak jadi, tapi kalo ke toko buku, biar gak niat beli, biasanya jadi beli deh :)
Aku udah baca Va Dinci Cod nya, agak gak nyaman, kebanyakan memo dari translator kali ya? karena kayaknya si ARRR Roberts nya banyak main kata-kata di edisi aslinya :) |
 |

 |  |  |
perca January 29, 2006 09:01 AM PST
Iya Tu, pokoke Va Dinci Cod ini gila banget deh! Terkesan amat main-main, pdhl pasti dibuat dg serius. |
 |

 |  |  |
kutu January 29, 2006 01:14 AM PST
Harry Potter jadi Barry Trotter...
oalah, gitu toh ceritanya, kemaren baru liat di gramed. gile, God = Cod?
hehehe... rowan atkinson itu keren.. jadi inget film mr.bean, waktu si rowan betulin lukisan rusak itu. |
 |

 |  |  |
perca January 28, 2006 08:24 AM PST
hahaha untung aku rada jauh dr toko buku ya jd bisa sdkt lebih hemat dbanding kamu. Kita sama kali ya Bo, kalo liat baju or sepatu msh mikir2 buat beli tp kalo liat buku...waaak...panas dingin dan lbh sering ga kuaaaaaat..:) |
 |

 |  |  |
kobo January 27, 2006 01:55 PM PST
yang pasti, mau baca dulu deh baru komentar, hehehe, kebetulan pas makan siang, sempat nyinggah ke toko buku dan nemu juga Va Dinci Code nya, Ca (rekor nih, gile, 20 hari tanpa singgah ke toko buku,tadinya sih pengen sebulan, ternyata apa boleh dikata, tak tertahankan juga godaan untuk nyinggah, hehehehehe) |
 |

 |  |  |
perca January 26, 2006 09:14 PM PST
Entahlah Imponk. Atau justru nebeng beken DVC? :) |
 |

 |  |  |
Imponk January 26, 2006 08:30 PM PST
Menetralisir kontroversi Da Vinci Code? :D |
 |

 |  |  |
perca January 26, 2006 07:00 PM PST
Iya tah? Lah, kok jadi latah semua ya, parodi kbeeeh..hehehe |
 |

 |  |  |
me January 26, 2006 01:52 AM PST
Udah ada koq parodi Harry Potter... Harry Totter kalo ga salah judulnya (udah lupa he5x) |
 |

 |  |  |
perca January 25, 2006 10:19 PM PST
Yan, thx ya untuk review ini. Kutunggu naskah selanjutnya. Bgm kalau 'Fiesta' Hemingway? |
 |